Posts

Showing posts with the label Sunnah

Shalat Tahajud Berdasarkan Tarjih Muhammadiyah

Image
SHALAT TAHAJUD Berdasarkan Tarjih Muhammadiyah Shalat tahajjud adalah salat sunnat yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur. Shalat tahajjud termasuk salat sunnat mu'akad (salat yang dikuatkan oleh syara'). Shalat tahajjud dapat dilakukan kapanpun pada malam hari. Namun waktu paling utama untuk melakukannya adalah pada sepertiga akhir malam. Kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh. Banyak dalil baik dari Al-quran maupun hadist yang menganjurkan untuk melaksanakan shalat tahajud. Berikut ini saya akan posting tata cara shalat tahajud berdasarkan Putusan Tarjih Muhammadiyah ! Sebelum memulai Shalat Tahajud, diawali dengan Shalat Iftitah dua rakaat. (Berdasarkan HR. Muslim, Ahmad dan Abu Daud dari Abu Hurairah). Adapun cara melaksanakan Shalat Iftitah adalah sebagai berikut : Sebelum membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama, membaca do'a iftitah : سُبْحَانَ اللهِ ذِي الْمَلَكُوْتِ وَالْجَبَرُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ "Subhaanall...

Shalawat untuk Rasulullah SAW Pakai Sayyidina atau Tidak ?

SHALAWAT YANG DIAJARKAN RASULULLAH SAW PAKAI SAYYIDINA ATAU TIDAK ? Jawab : Tidak Pakai DALIL : 1. HR Ahmad dan Muslim dari Ibnu Mas'ud : Berkata Basyir bin Sa'ad kepadanya (Nabi) "Allah memerintahkan kepada kita untuk mengucapkan shalawat kepadamu (Nabi), maka bagaimana kami mengucapkan shalawat itu padamu?, Bersabda Nabi : Allahumma shalli 'ala Muhammad wa'ala Ali Muhammad...dst". 2. HR Ahmad dan Abu Dawud dari Abdullah bin As Sakhir "Sayyid itu adalah Allah swt" 3. Masih banyak Riwayat yang menerangkan Shalawat tidak pakai kata Sayyidina, misalnya : Riwayat al Syafi'i dari Ka'ab ibn 'Ujrah (al-Umm, Beirut, Dar al Ma'rifah : 1393, Juz I, hal. 117) ; Riwayat Bukhari dari Abu Humaid as Sa'idi (Shahih, Ahadis al Anbiya' : 3118, ad Da'wat : 5883) ; Riwayat Ibnu Majah dari dari Abu Humaid as Sa'idi (Sunan, Iqamat al Shalat : 895) ; Riwayat Abu Dawud dari Ka'ab bin Ujrah (Sunan, al shalat : 830) ; Riwayat Muslim dari ...

Shalat Dhuha (Shalat Awwabin) Berdasarkan Tarjih

Image
SHALAT DHUHA (Shalat Awwabin) Berdasarkan Tarjih Muhammadiyah 1. Dilaksanakan pada saat matahari sudah naik kira-kira sepenggal atau setinggi tonggak (maksudnya bukan pada waktu matahari baru terbit), dan berakhir menjelang masuk waktu zhuhur (Berdasarkan HR. Muslim dari Ummu Hani’). Dalam Jadwal Waktu Shalat, waktu shalat dhuha dimulai sekitar setengah jam setelah matahari terbit (syuruq). 2. Shalat dhuha dapat dilaksanakan sebanyak : a. Dua (2) rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari Abu Hurairah). b. Empat (4) rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari 'Aisyah). c. Delapan (8) rakaat dengan melakukan salam tiap dua rakaat (berdasarkan HR. Abu Daud dari Ummu Hani’). d. Boleh dikerjakan dengan jumlah rakaat yang kita inginkan. Berdasarkan hadis : عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ. [رواه مسلم] Artinya: “Diriwayatkan dari 'Aisyah, ia berkata; Rasulullah saw mengerjakan shalat dhuha empat ra...

Zikir Sesudah Sholat Fardlu Menurut Tuntunan Rasulullah SAW

ZIKIR SESUDAH SHOLAT FARDLU MENURUT TUNTUNAN RASULULLAH SAW Astaghfirullah 3x. Allahumma antas-salaam wa minkas-salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroom. Allahumma laa maani'a limaa a'thoita walaa mu'thiya limaa mana'ta walaa yanfa'u dzal-jaddi minkal-jad. Subhaanallah 33x Alhamdulillah 33x Allahu Akbar 33x Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku walahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, laa hawla walaa quwwata illaa billaah, laa ilaaha illallaah, wa laa na'budu illaa iyyaah, lahun-ni'matu walahul-fadhlu, wa lahuts tsanaa'ul hasan, laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahuddiin walau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika-lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir ARTINYA : Ya Allah ampunilah aku. Ya Allah, Engkau yang Maha Damai, dari Engkaulah semua kedamaian, Maha Berkah Engkau Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan. Ya Allah, tidak ada seorangpun yang dapat men...

Alasan Rasulullah SAW Tidak Sholat Malam/Tarawih di Masjid Terus Menerus

ALASAN MENGAPA RASULULLAH TIDAK SHALAT MALAM/TARAWIH DI MASJID TERUS MENERUS ? BELIAU KHAWATIR PARA SAHABAT MENGANGGAPNYA WAJIB Dalil : Dari Jabir ibn Abdullah radliallahu 'anhu bahwa Nabi shallahu'alaihi wassalam sholat malam pada bulan Ramadlan. Kemudian orang-orang menunggu beliau pada hari berikutnya namun beliau tidak muncul. Dan beliau bersabda, " إِنِي خَشِيتُ أَن يُكْتَبَ عَلَيكُمُ الوِتْر. "Sesungguhnya aku khawatir sholat witir ini diwajibkan atas kamu". HR Ibn Hibban (Lihat Bulughul Maram hadist no. 395, lihat juga HR. Bukhari no. 924 dan Muslim no.761)